Persembahan yang Hidup
Sebentar lagi usia g mencapai 22 tahun di akhir tahun ini. Dan g memutuskan untuk mengambil sikap baru sebagai langkah perubahan dalam hidup g. G mau memberikan hadiah untuk Dia yang udah menciptakan g ke dunia ......... yaitu dengan persembahan yang hidup.
Beberapa hari yang lalu g memutuskan untuk pantang makan daging selama seminggu, well ternyata prosesnya gampang-gampang susah. Kalo lagi dapet makanan yang enak tuh makanan gampang banget buat masuk ke dalam mulut, tapi kalo lagi dapet yang kurang atau gak enak aduh rasanya nelen pill pahit, jadi susah banget mau di telen. Tapi g mau tetep berusaha dan toh akhirnya g berhasil menghabiskan makanan tersebut.
Namun g gak selalu berhasil mengalahkan kedagingan g, bahkan sangat konyol. Gara-gara g mengingat masa lalu g yang 'kotor' dulu g jadi jatuh terpeleset lagi.
Dan g jadi sadar akan Firman Tuhan yang satu ini 'jikalau matamu menyesatkan engkau cungkillah, jika tanganmu membuat dirimu berdosa maka patahkanlah dan hempaskanlah semuanya itu ke dalam lautan. Karena lebih baik engkau kehilangan sebelah tanganmu atau matamu tetapi engkau masuk kerajaan surga dibanding lengkap tubuhmu tetapi masuk neraka'.
mulai saat sekarang g gak mau lagi iseng coba2 apa yang terjadi di masa lalu, bahkan mengingat atau mengenang kembali saja g gak bakal mau lagi.
Entah kenapa g jadi selalu inget akan kisah Yesus di padang gurun, saat itu di hari ke 40 Yesus dicobai iblis dan iblis bilang 'ubahlah batu ini menjadi roti agar engkau dapat mengusir laparmu', tapi Yesus berkata 'Ada tertulis bahwa manusia hidup tidak hanya dari roti melainkan Firman Tuhan'.
Di dalam setiap cobaan terberat dalam hidup g kata2 Yesus itu seperti terngiang-ngiang dalam hati g.
g memang bukan Yesus, sehingga walaupun g mendengar suara itu g tetep aja jatuh g gagal lagi dan gagal lagi. Tapi g gak mau terjebak dalam penyesalan, karena g gak mau selamanya jatuh. G percaya someday g akan berhasil untuk tidak jatuh lagi. Untuk tetap berdiri walau banyak cobaan datang.
Dan bilamana saat itu datang akulah yang akan mengatakan "Manusia hidup bukan hanya dari daging tetapi dari Roh yang memberi hidup, yaitu Roh Allah Bapa"
G gak akan mundur, karena g udah bertekad dengan bulat di usia g yang baru nanti g akan memberikan persembahan yang hidup yaitu hidup g sendiri.
VisiNya adalah visiku, apa yang diinginkanNya akan menjadi keinginanku dan aku akan menanamkan pikiran dan hatiku dalam-dalam ke dalam FirmanNya supaya aku tumbuh besar dan tidak goyah lagi.
Sampai tiba harinya nanti aku sampai di garis akhir dengan boleh menantikan sapaanNya "Mari masuk anakKu..." =)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home